Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Thursday, May 31, 2012

Tips dan Trik Cara Menerapkan Pendidikan Karakter


 
Pendidikan karakter mengutamakan pembangunan jati diri manusia, sehingga seorang siswa dapat mengembangkan diri di bidang akademik, nonakademik dan moral. Bidang akademik dilakukan dengan meningkatkan standar kompetensi siswa di setiap bidang pelajaran. Untuk bidang nonakademik dilakukan dengan mengembangkan kegiatan ekstakulikuler yang sesuai dengan keinginan siswa.

Bidang moral dilakukan dengan mengadakan kegiatan qiroat, bimbingan rohani, pelaksanaan salat duha dan zikir . Berikut tips menerapkan pendidikan berkarakter:

- Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja.

- Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri

- Menunjukkan sikap percaya diri.

- Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.

- Meningkatkan kerjasama antara guru dan siswa untuk menjalankan seluruh kegiatan baik akademik, nonakademik, dan moral di mana pun kita berada.

- Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumbersumber lain secara logis, kritis, dan kreatif.

- Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif.

- Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

- Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

- Mendeskripsikan gejala alam dan sosial.

- Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.

- Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

- Menghargai karya seni dan budaya nasional.

- Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya.

- Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang dengan baik.

- Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun

Wednesday, May 30, 2012

minta tolong bagi teman-teman yang memiliki adik2 SD di ajak untuk ikut Olimpiade ya?
terima kasih

Tuesday, May 29, 2012

Tips Guru Kreatif


Guru Kreatif



Dunia belajar mengajar adalah dunia yang terus berkembang. Seorang guru yang terus menerus gunakan metode dan pendekatan yang sama saat mengajar, akan terlihat menjadi guru yang hanya menjalankan rutinitas. Terbayanglah sudah jika seorang individu hanya menjalankan rutinitas belaka, maka ia sendiri sebagai pelaku akan mudah terjebak untuk menjadi jenuh dan cepat jadi bosan pada profesi yang menjadi pilihannya. Jika ia tidak bosan maka yang terjadi individu tersebut akan menjadi ‘stagnan’ alias diam ditempat, tidak berkembang dan lupa untuk belajar.

Salah satu jembatan yang bisa menghubungkan antara antusiasme, suasana hati seorang guru dan tugas kesehariannya sebagai pendidik adalah hal yang disebut sebagai ‘perencanaan’. Dengan merencanakan guru bisa menikmati profesinya sambil bisa menikmati kehidupan sosialnya. Saya tidak akan menulis tentang bagaimana cara merencanakan yang baik, tetapi saya akan ajak mengenali guru-guru yang merencanakan pembelajarannya dengan baik. Adapun ciri-ciri mereka adalah;

1. Sudah ada di kelas sebelum kelas dimulai, waktunya bisa 5 sampai 10 menit sebelum siswa datang ke kelas. Dengan demikian ia tidak sering berdiri membelakangi siswa saat menulis atau melakukan persiapan sesuatu dalam mengajar.

2. Tidak sekedar membawa ‘dirinya’ saja, tapi juga tampil dengan bahan dan sumber belajar, seperti misalnya kartu permainan untuk guru bahasa, dan alat peraga yang sederhana yang sifatnya bersifat ‘hands on’ yang bisa dipakai oleh siswanya di kelas.

3. Mulai kelas dengan tepat waktu, guru yang merencanakan pembelajarannya dengan baik tidak sabar untuk segera mencoba ‘formulanya’ di kelas.

4. Jika mengajar hanya satu jam pelajaran ia akan memaksa siswanya untuk siap segera memulai kegiatan dan langsung memberikan arahan serta instruksi pekerjaan pada siswa. Ia tidak akan membiarkan siswa kehilangan arah dan mulai berulah mengobrol atau mengganggu temannya. Semuanya sibuk karena sudah ada pekerjaan yang mesti dikerjakan.

5. Jika ia mengajar lebih dari 2 jam pelajaran, ia akan membagi siswanya dalam group dengan rotasi dengan alokasi waktu yang sama. Group berguna untuk membuat siswa mnjadi sibuk. Siswa yang sibuk apalagi dengan tugas bermakna menjadi ciri suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.

6. Ia akan banyak mengajukan pertanyaan pada siswanya di kelas, siswa akan diarahkan dengan pertanyaan dan bukan dengan ceramah atau perintah.

7. Penugasan kepada siswa dilakukan dengan pola penugasan ‘paket’ yang terdiri dari soal yang sedikit, ringkas tapi menantang.

8. Ia akan selalu melihat jam, tapi bukan karena ia bosan. Ia melihat jam demi memastikan semua target pembelajarannya hari ini tercapai dan memenuhi hasrat pengabdian profesional sebagai guru.

9. Selalu tersenyum saat menerangkan dan tidak mudah marah saat ada siswa yang berbuat kesalahan. Hal ini terjadi karena ia yakin dengan arah pembelajarannya dan panik hanya karena ada satu saja siswa yang berulah.

10. Suasana kelasnya ‘turun naik’, artinya tidak melulu sunyi senyap, tapi juga ‘meriah’ jika siswa sedang diajak untuk belajar dengan debat, kuis atau kompetisi kecil yang menyenangkan. Saat itu terjadi ia akan cepat menutup pintu khawatir akan mengganggu kelas lain, hal ini cepat diantisipasi karena masuk dalam perencanaannya sebelum mengajar.